Seru, Lagi Jalan Ke Luar Kota Ketemu Teman Sekolah

Assalammualaikum. Wr.Wb

Dear Emak Cantik? Waktu di Pekanbaru, siang itu tiba-tibe semua messager masuk. Dari seorang teman. Di kita seut saja kuntum eh, enak aja namanya Eni, dia teman sebangkus aya waktu SMA dulu. 

Saya kaget, waktu itu saya sedang mnegikuti bimtek di hotel Pangeran di Jalan Sudirman. Dalam pesan singkatnya bertanya. Kalo saya sampai kapan ada di Pekanbaru, kalo sempat dia akan mampir.

Wah, tenyata sahabat saya ini tinggalnya di Pekanbaru, sekali lagi saya sempat kaget. Sebab saetahu saya dia tinggalnya di Padang atau Bukit Tinggi. Dalam keheran itu,s aya tidak sempat bertanya. Sebab suara narasumber bimtek ini lumayan tegas. Jadi saya tidak mau nanti malah kena tegur, sebab asyik sendiri. Bermain hape terlalu lama.

Pliss deh, nametag dilepasin dulu, napa. paling depan Rommi, hape baru. 

Jadi menurt info, kalo teman saya ini tinggalnya di daerah Gobah. Kata teman saya dekat sih dnegan tempat saya menginap. Saya pun memastikan hal itu dengan bertanya dengan teman sesama peserta yang berasal dari Pekanbaru. Ternyata memang dekat. 

Waktu Makan Siang Tiba Teman Saya Belum Datang

Usai ishoma, saya memberitahu teman saya Rommi yang juga merupakan teman satu SMA saya dan Eni juga. Saya beritahu dia, bahwa nanti si Eni akan datang main ke hotel. Rommi pun, senang dan menanggapi hal itu dengan senyuman manis. 

Pasti samalah dalam pikiran saya, senang saja sedang berada di suatu kota yang jauh dari rumah. Tau-tau ketemu teman sekolah. Itu seuah nikmat pertemanan dan silaturahim yang luar biasa. Jadi pasti senang dong, bisa kejadian kayak gini.

Sampai sore, ternyata Eni yang kami tunggu tak kunjung datang. Hari sudah menjelang Maghrib. Kami pun masuk ke kamar masing-masing. Mandi dan mempersiapkan diri untuk makan malam dan melanjutkan sesi Bimtek selanjutnya. 

Malam ini kelas lumayan tegang sebab kami harus membuat bahan rancangan aksi untuk dipresentasikan di hadapan para penilai satu-persatu. Dengan waktu hanya lima belas menit saja untuk masing-masing orang.

Bahan ini harus dikumpulkan malam ini juga, ditunggu oleh panitia sampai jam dua belas malam. Jadi panitia aja ngak tidur, apalagi pesertanya. Saya juga tidurnya hampir menjelang jam dua belas malam. Setelah mengirimkan bahan, baru saya tertidur dengan tenang.

Itu coba, ngapai maju-maju kalo lagi befoto, hahaha
Hari Presentasi  Tiba, Teman Datang

Kami hari ini presentasi sampai selesai 40 orang. Saya kebetulan dapat jatah di sore hari, sedangkan Rommi malam setelah Maghrib.

Kira-kira jam delapan malam, masuk pesan di henpon.Ini dari Eni lagi, dia mmeberitahu, kalo dia sudah di lobi hotel, hahaha. Jadi juga dia datang, merepotkan sekali.

Saya memberitahu Rommi. Eh, Rommi berpesan balik, tanyakan apakah ia datang beserta dengan suaminya. Ternyata eanr, Eni datang bersama dengan  suaminya.

Dengan perasaan sungkan saya beritahu Eni, kalo kami belum selesai. Masih ada dua orang lagi yang belum maju. Itu artinya butuh sekitar 30 menit lagi. Saya tanyakan , apakah ia mau menunggu. Eni bersedia menunggu.

Usai semua presentasi, kami foto bareng lagi dan banyak info ini dan itu untuk esok hari. Jadi mungkin lebih dari tiga puluh menit Eni dan suaminya menunggu kami.

Begitu selesai, dengan buru-buru, kami menemui Eni dan suaminya. Rommi juga bergegas. Pokoknya ngak enaklah ya, membiarkan teman menunggu lama. Apalagi suaminya, kami belum pernah ketemu dan kenal.

Akhirnya, kami bertemu. Mereka berdua dengan santai duduk di lobi. Begitu datang kami semua bersemangat. Saling bersalaman dan cipika-cipiki. Berkenalan dulu dengan suaminya.

Mereka berdua juga heran, kalo Bimtek yang kami ikuti ini serius sekali. Tapi mereka mendukung juga, buktinya rela menunggu sampai selesai.

Usai ngobrol, lalu Eni mengajak kami untuk keliling kota Pekanbaru, melihat-lihat kondisi kota di malam hari. Kami pun mnegikuti dengan senang hati, Awalnya mereka mengajak untuk makan, kami dengan halus menolaknya. Sebab masih kenyang dan jarak makan malam belum terlalu lama. 

Jadi jalan-jalan saya, naik fly over, lalu berjalan menuju landmark kota Lancang Kuning yang baru. Ada Jembatan Siak 4. Jembatan ini baru dan bangunannya megah. Jadi wajar saja menajdi ikon kota Pekanbaru.

Akhirnya kesampaian juga befoto di tempat kece ini, meski malam-malam

Waktu menuju jembatan, kami ditawari oleh mereka. Mau foto-foto atau bagaimana. Sempat bingung juga, foto-foto mau. Tapi ini jembatan, bagaimana berhentinya. Apa boleh. Eh, ternyata setelah sampai di atas, terutama pas di tengahnya jembatan. Banyak sekali kendaraan yang berhenti. Baik mobil dan motor. Mereka sengaja berhenti untuk berdiri atau nongkrong di atas jembatan. Kemudian ada juga yang berfoto-foto. Nah, ini kesempatan untuk berfoto. Akhirnya kami turun dari mobil, lalu berkodak dulu di atas jembatan. Rupanya teman kami ini, meski tinggal di Pekanbaru, belum pernah juga berfoto di atas jembatan ini, hihihi.

Oh, ya sebelum kami menuju jembatan ini. Eni sempat ingin membelikan kami buah Matoa, kami masuk ke supermarket buah yang lumayan besar. Ternyata buahnya sudah habis. Supermarketnya juga mau tutup, sebab sudah malam. 

Eni Dokter yang Sibuk

Rupanya teman saya ini seorang dokter spesialis syaraf dan dosen  sedangkan  suaminya dokter spesialis Stroke di Bukit Tinggi. Jadi setiap weekend, suami pulang pergi dengan menyetir kendaran sendiri. Dengan waktu tempuh sekitar 6-8 jam saja. Kalo keluarganya, dia mempunyai dua orang anak. Anak pertamanya sama dengan kakak Nawra, baru mau naik kelas dua jenjang SMP. 
Malam ini kami sangat senang sekaligus terharu, Eni dan suaminya yang sibuk menyempatkan diri datang dan menunggu untuk bertemu dengan kami.

Saya masih ahrus berjuang nih bu, kiraian tadi bsia konsul buat kurusan

Saat di suatu tempat baru, lalu ketemu kawan lama, itu adalahs ebuah nikmat yang luar biasa. Sebuah perjalanan saya yang paling berkesan saat mengunjungi kota Pekanbaru.

Oh ya menurut cerita Eni, orang -orang Pekanbaru ini kalo liburannya ke Malasysia atau Singapura karena murah biayanya. Sedangkan kalo liburan ke Jakarta, butuh lebih banyak uang. Jadi muncul anggapan, kalo orang yang mau liburan ke Jakarta artinya banyak uang atau orang kaya. 

Terima kasih Eni, atas waktunya dan jalan-jalannya serta informasi , cerita seputar pekanbaru. Kalo nanti ke Pekanbaru, saya memilih menginap di rumahmu aja deh, daripada di hotel sendirian kayak kemarin.

Itulah pentingnya punya nomer kontak atau gabung grup alumni, jika sedang bepergian, mana tahu bisa saling kopdar sehingga bisa membuat nostalgia yang indah selama perjalanan. Dapat mempererat silaturahim dan persaudaraan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Seru, Lagi Jalan Ke Luar Kota Ketemu Teman Sekolah"

Posting Komentar