Kamis, 11 Juli 2019

Pilih Menabung atau Kredit

Assalammualaikum.Wr.Wb

Dear Emak Cantik? Kalo pengen punya sesuatu baik barang atau segala sesuatu yang bukan barang. Kamu suka menabung atau membelinya secara kredit. Berbagi pengalaman yuk di sini

Jadi kita pelajari dulu deh, apa maksud dari membeli barang secara kredit.Pertama adalah pengertian kredit. Kata kredit berasal dari bahasa latin credere yang artinya kepercayaan. Tapi di masyarakat, kredit sering diartikan pula dengan pinjaman. Artinya, seseorang yang mengajukan kredit sama saja mendapat pinjaman. Hanya yang jelas, kredit itu dimaknai sebagai perjanjian suatu jasa dan adanya balasa jasa di masa depan.

Nah, di masyarakat kita kredit ini teutama membeli barang secara kredit itu sederhanya begini, seseorang ingin membeli sebuah barang dengan cara cicilan. Misalnya harga barngnya satu unit televisi. Dijual  dengan harga Rp. 4.000.000,- itu jika membeli secara tunas atau casah. namun ada banyak orang yang menyukai membeli televisi tersebut dengan cara kredit.Itu artinya sama dengan membeli barang dengan cara dicicil. 

Emang enak kalo pegang uang cash (Foto Unsplash)

Waktu mencicil barang ini ditentukan dengan lamanya angsuran. Untuk barang yang dibeli secara kredit. Ada yang minta Dp atau down paymnet atau tidak. Ada yang antara harga cash dan kredit sama. Tinggal dibagi saja dengan lamanya waktu mencicil. Namun, banyak juga orang yang menjual barang secara kredit dengan harga yang bereda dengan harga cash. Biasanya sih lebih mahal.


Terus ada lagi istilah Kredit Tempo

Istilah ini,juga baru saya tahu. Jadi maksud dari kredit tempo ini. Contohnya begini, seseorang ingin membeli barang tapi pembayarannya pas dia gajian. Misalnya , waktu mau beli barang pas tengah bulan. Nah, pembayarannya nanti awal bulan pas gajian. 

Jadi beli barangnya kredit, tapi tidak dicicil berbulan-bulan. 

Bali ke cerita awal saya tadi, bagaimana pilihan saya kalo mau beli barang. Apa pilih nabung, ngumpulkan uang dulu baru membeli barang atau beli barang secara kredit.

Membeli barang secara kredit dalam pandangan islam

Secara umum, jual beli dengan sistem kredit diperbolehkan oleh syariat. Hal ini berdasarkan pada beberapa dalil, di antaranya adalah:

1. Firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.” (QS. Al Baqarah : 282)

Ayat di atas adalah dalil bolehnya akad hutang-piutang, sedangkan akad kredit merupakan salah satu bentuk hutang, sehingga keumuman ayat di atas bisa menjadi dasar bolehnya akad kredit.

2. Hadis ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,

beliau mengatakan,

اشْتَرَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ يَهُودِيٍّ طَعَامًا بِنَسِيئَةٍ، وَرَهَنَهُ دِرْعَهُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membeli sebagian bahan makanan dari seorang yahudi dengan pembayaran dihutang dan beliau juga menggadaikan perisai kepadanya.” (HR. Bukhari:2096 dan Muslim: 1603)

Dalam hadis ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membeli bahan makanan dengan sistem pembayaran dihutang, itulah hakikat kredit.

Nah, untuk membeli barang secara kredit, teserah dengan apa yang kalian pahami saja. Ada yang anggap kredit diperbolehkan, asalkan dalam bentuk barang. Tapi kalo dalam bentuk uang tidak boleh. Sama halnya seperti riba. Tapi ada juga yang tidak boleh sama sekali.


Lebih Baik Menabung

Saya termasuk orang yang menghindari untuk membeli atau memiliki barang secara kredit. Dulu iya, waktu masih aktif banget dagang. Saya sempat pinjang uang di bank untuk modal usaha. Namun seiring waktu dan pemahaman saya tentang pinjaman dan muamalah. Saya dan suami mulai berlepas diri untuk tidak mnegandalkan modal dari bank. Termasuk apa saja sisa kredit kami, seperti rumah. Dengan segera melalui berbagai cara yang halal kami lunasi. 

Dengan cara menabung memang agak lama kita bisa memiliki sesuatu. Namun dengan membeli secara cash. Kita juga lebih nyaman dan tenang. Tidak perlu kuatir ditagih atau terlewat waktu pembayaran. Jangan sampai kita ditagih-tagih , dikejar-kejar sampai kemana-mana oleh penagih hutang. Apalagi kalo sampai menyusahkan orang lain , seperti keluarga, orang tua atau para sahabat kita.

Beli secara cash bikin nyaman dan bahagia ( Foto Unsplash)

Hal ini tentu saja akan merepotkan semua orang, akibatnya juga tidak baik buat banyak orang

Lalu, kalo butuhnya cepat, beli barangnya bagaimana? Ini bukan saran yah, namun mungkin kita bisa memilih yang paling sedikit mudharatnya. Setahu saya ada cara membeli barang dengan cara yang lain. Misalnya membeli lewat koperasi. Dulu waktu saya kerja di salah satu sekolah. Teman-teman saya sering membeli barang lewat koperasi. Jadi koperasi dulu yang membeli barangnya , llau para anggota membeli dengan cara mencicil lewat koperasi. Sebenarnya ini sama aja yah dengan mmebeli secara kredit. Namun, jika dilihat dari kenyamanan, tentu saja lebih nyaman bertransaksi lewat koperasi. Apalagi jika dikelolah secara syariah juga. Tentus aja akan lebih aman dan nyaman di hati.


Kemudian ada lagi, dengan cara membeli barang secara kredit tapi tanpa bunga dan tanpa cicilan yang berat. Misalnya yang ditawarkan sebuah aplikasi pinjaman yang menawarkan kredit bunga nol dan pembayaran sesuai dengan harga tunai. Besaran cicilan hanya tergantung dengan lamanya cicilan. Contohnya begini, harga barang dua juta cicil lima bulan, jadi sebesar empat ratus ribu. Nah, harga jika dikalikan jika sudah lunas, tetap sama. 

Selamat Hari Koperasi 

Oh, ya tadi ngomongin koperasi, ternyata tanggal 12 Juli itu adalah hari Koperasi Nasional ke 72. Apa kabar koperasi di sekitar kita. Semoga makin banyak lahir koperasi syariah dan juga bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan. Termasuk jika ingin membeli barang, bisa membelinya lewat koperasi dengan harga terjangkau serta dengan cara pembayaran yang mudah. 

Kesimpulannya, jadi kamu kalo pilih menabung atau kredit sih ?

0 komentar