Senin, 25 Maret 2019

5 Alasan Emak Cantik Cinta Forum Lingkar Pena (FLP)

Assalammualaikum.Wr.wb

Dear EmakCantik, apakabar?

Bulan februari 2019 ini, salah satu organisasi kepenulisan yang cukup lama berkecimpung di Indonesia, genap berusia 22 tahun. Usia yang cukup matang , semoga dalam berkiprah dan berkarya juga begitu. Siapa dia, adalah Forum Lingkar Pena, atau sering jug disebut dengan nama FLP.

Nah, EmakCantik juga suka banget sama FLP, malah cinta sekali. Asiklah pokoknya orang-orangnya juga baik-baik. Ada di setiap wilayah di Indonesia, jadi bisa mampir kalo sedang jalan-jalan ke luar kota.

Untukmelihat seberapa cintanya member FLP kepada Forum Lingkar Pena, maka Blogger FLP mengadakan lomba blog yang bertemakan Kuotakan 5 Alasan Kamu Cinta FLP. 



Tapi sebelum sampai ke pokok bahasan tersebut. EmakCantik mau ngasih info dulu kepada teman-teman yang belum paham atau belum mengenal FLP. Supaya kenal, lalu sayang, lalu cinta dong.

Kenalan dengan Forum Lingkar Pena

Profil Singkat FORUM LINGKAR PENA
Sejarah Berdirinya Forum Lingkar Pena Masjid Universitas Indonesia, 22 Februari 1997.
Mimpi itu berawal di sini: Ketika Helvy Tiana Rosa (HTR), Asma Nadia, Maimon Herawati dan beberapa rekan lainnya mengadakan temu kangen sesama alumni UI dan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Mulanya sekedar silaturrahim biasa, namun topik pembicaraan pun beralih pada kekhawatiran minimnya minat membaca dan menulis di kalangan remaja saat itu. Forum kecil itu tiba-tiba saja berubah menjadi ajang diskusi yang hangat.

Percakapan berlanjut sampai pada kenyataan semakin mendesaknya kebutuhan ummat akan bacaan yang aspiratif, objektif, dan bertanggungjawab. Di sisi lain, sebenarnya cukup banyak remaja yang mempunyai keinginan berkiprah dalam dunia kepenulisan, namun mereka bingung karena tidak adanya atau kurangnya media yang mampu menyalurkan potensi ide mereka.

Atau intensitas menulis mereka rendah karena tidak adanya organisasi yang mampu memberikan kaderisasi penulis, yang tidak hanya secara teknis tapi juga menggerakkan motivasi dan semangat mereka berkarya, lebih intens lagi. Peserta forum ini juga menyadari bahwa dakwah melalui tulisan akan terasa lebih efektif dibandingkan dengan media lain. Akhirnya, disepakatilah saat itu untuk membentuk sebuah organisasi penulis.

Mereka menyadari bahwa organisasi kepenulisan di negeri ini tidak terhitung jumlahnya, tetapi organisasi kaderisasi penulisan rasa-rasanya waktu itu belum ada. Maka berdirilah Forum Lingkar Pena (FLP) hari itu, dengan berazaskan Islam. Helvy Tiana Rosa secara aklamasi dipilih menjadi ketua umum yang pertama.

Lambang FLP pertama kali adalah Pena yang melingkari Bumi dengan semboyan: Berbakti, Berkarya dan Berarti.

FLP yang baru saja berdiri - dengan jumlah anggota yang tak lebih dari 50 orang - tersebut, mulai mengadakan acara rutin bulanan berkaitan dengan dunia kepenulisan untuk anggota, dengan mengundang pakar yang kompeten.

Selain itu, juga mengadakan bengkel-bengkel penulisan secara kecil-kecilan, dan terus merekrut anggota baru. Pada tahun 1998, Forum Lingkar Pena (FLP) pernah bergabung dan menjadi badan otonom Yayasan Prakarsa Insan Mandiri (PRIMA).

Akan tetapi pada MUNAS I FLP di Hotel Kaliurang, Yogyakarta (25-27/02/2005), diperoleh keputusan agar FLP membuat badan hukum tersendiri. Pada tahun yang sama, seorang penulis muda dari Kalimantan Timur: Muthi Masfu’ah, mendirikan FLP Wilayah Kaltim yang berpusat di Bontang serta cabangnya di Samarinda dan kemudian Balikpapan. 



Inilah kepengurusan wilayah pertama dalam sejarah FLP. Pada tahun 2000, mulai banyak permintaan dari daerah untuk membentuk kepengurusan FLP di tiap propinsi. Pada April 2000. Ketua Umum Pusat FLP, HTR membawa rancangan FLP kepada Ahmad Mabruri, General Manager (GM) Ummi Group (Majalah Annida, Ummi dan Saksi). GM dan mitra kerja di Ummi Group tertarik dan sepakat untuk mengadakan berbagai kerjasama dengan FLP.

HTR juga mengajak beberapa teman dari penerbitan untuk bergabung dengan FLP. Di antaranya ketika itu Helfino Berry dari Asy Syaamil dan Ali Muakhir dari Penerbit Mizan. Mereka antusias untuk menerbitkan karya berkualitas dari teman-teman FLP.

Sementara majalah Annida yang dipimpin Mbak Helvy waktu itu, membuat satu rubrik khusus berisi info FLP dan mengadakan rekruitmen anggota baru. Hasilnya mengejutkan! Lebih dari 2000 orang mendaftar menjadi anggota melalui Annida.

Ditambah lagi hingga kini, berdasarkan masukan setiap wilayah, tak kurang lebih dari 2500 sampai 3000 orang mendaftarkan diri melalui berbagai acara yang digelar oleh perwakilan-perwakilan FLP di seluruh Indonesia.

Hingga tahun 2005, anggota FLP telah beranggotakan sekitar 5000 orang yang berasal dari 100 kota di seluruh Indonesia dan mancanegara (Mesir, Eropa, Jepang, Hong Kong, Amerika, Singapura, Belanda), menerbitkan sekitar 400 buku, serta bekerjasama dengan lebih dari 20 penerbit di Indonesia.

Pada Milad VIII dan Munas I FLP di Yogyakarta disepakati beberapa keputusan di bawah ini: Menetapkan AD/ART FLP; menetapkan Majelis Penulis (Ahmadun Yosi Herfanda, Fahri Asiza, Gola Gong, Izzatul Jannah, Joni Ariadinata, Jamal D. Rahman, Muttaqwiati, Novia Syahidah, Pipiet Senja, Sinta Yudisia, Yus R. Ismail, Boim Lebon, Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, Maimon Herawati); dan menetapkan Muhammad Irfan Hidayatullah (Mantan ketua FLP Jawa Barat/ Dosen Sastra Unpad) sebagai ketua umum FLP Pusat Periode 2005-2009.

Visi & Missi 

1. Visi Organisasi Forum Lingkar Pena memiliki visi untuk menjadi sebuah organisasi yang memberikan pencerahan melalui tulisan. 

2. Misi Misi organisasi Forum Lingkar Pena antara lain adalah : 

  • meningkatkan mutu dan produktivitas anggota
  • membangun jaringan penulis yang menghasilkan karya tulis yang berkualitas dan mencerdaskan
  • meningkatkan membaca dan menulis di kalangan masyarakat
  • memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi penulis
Lalu apa alasan EmakCantik selalu cinta FLP. Ada banyak alasan sih, meski katanya kalo cinta gak perlu banyak alasan. Namun sebagai bukti tanda cinta. Maka EmakCantik perlu memberitahu kalian semua apa alasannya.



Pertama

Forum Lingkar Pena ini adalah salah satu dari  komunitas atau organisasi kepenulisan yang terbesar dan terlama di Indonesia. Jadi gak usah diragukan lagi, kiprahnya. Tahun inis aja udah berusia 22 tahun

Kedua

Forum Lingkar Pena sering juga diplesetkan menjadi Forum Lingkar Perempuan, dimana memang anggota FLP banyak juga perempuannya sehingga EmakCantik sangat nyaman dan sangat diharga,dihormati sebagai perempuan di FLP

Ketiga

Jika EmakCantik berpergian kemana saja, ke seluruh wilayah Indonesia, hampir semuanya memiliki wilayah dan cabang FLP. Termasuk di luar negeri, jadi EmakCantik bisa terus belajar tentang dunia literasi dan kepenulisan, kapan saja dan dimana saja.

Keempat

Mendukung perempuan untuk bisa berkarya terutama dalam dunia kepenulisan. Mendorong untuk menghasilkan buku-buku yang berkualitas. Hampir sebagian besar di sepanjang kepengurusan FLP. Untuk ketua umum, kebanyakan dijabat oleh kaum hawa. Jadi peran dan prestasi perempuan sangat diperhitungkan di FLP untuk bisa terus berkembang

Kelima

Mengajak perempuan untuk tetap aktif menulis, aktif pada kegiatan komunitas dan organisasi. Tanpa melupakan peran dan kodrat utamanya sebagai perempuan, istri dan ibu dari anak-anak. Sehingga semua fungsi bisa berjalan dan berada pada batasan dan prioritasnya masing-masing

Nah, kalo kamu apa alasanmu mencintai FLP. Yuk, kuotakan alasan kamu mencintai FLP.

0 komentar