Mendadak Plesiran ke Kota Manna, Bengkulu Selatan

Assalammualaikum.Wr.Wb

Hai apa kabar Emak Cantik,

Pekan ketiga Februari ini, tepatnya tanggal 15 yang lalu, saya bersama dengan suami dan anak-anak. Meluncur dari rumah kami di daerah simpang Nakau kota Bengkulu, berjalan menuju kea rah Bengkulu Selatan. Tepatnya kami akan bertandang ke Gang Kanada di kawasan kota Manna.

Perjalanan ini bisa dibilang mendadak sih, tapi sebenarnya tidak juga. Jauh-jauh hari kami memang sudah berencana untuk mengunjungi kota Manna, karena ada keponakan dari pihak suami yang menikah.


Namun, menjelang dua ahri sebelum hari H, tiba-tiba diputuskan hanya suami saja yang akan berangkat dan pergi ke sana menggunakan motor saja. Rencananya suami akan berjalan santai saja.

Jarak kota Bengkulu ke kota Manna, ada sekitar 90 kilometer. Kalo dihitung waktu, ada sekitar tiga sampai empat jam perjalanan dengan menggunakan kendaraam bermotor dengan kecepatan yang sedang.


Mendadak Berangkat Ke Manna

Di hari Sabtu pagi, saya sedang membungkus kado untuk dibawa suami ke Manna. Sekali lagi suami mengajak saya untukjoin berangkat berdua saja dengan menggunakan motor. Saya menolak dan ga siap. Memang kondisi badan juga sedang tidak fit.

Tetiba, suami ijin pergi keluar sebentar, saya mempersiapkan anak-anak untuk bangun dan mandi. Hari sabtu ini si Athifah sekolah seperti biasa. Namun, ga berapa lama suami pulang. Beliau member kabar, bahwa kami semua akan berangkat ke Manna pagi ini. Yah, semuanya.


Akhirnya, kami on the way ke Manna, sekitar jam delapan kurang seperempat. Dengan perjalanan santai, semua keperluan anak sudah lengkap. Termasuk alas tidur dan bantal untuk mereka. Kami memperkirakan bahwa mereka akan kelelahan dan pulangnya nanti bakalan tidur di sepanjang jalan.

Menikmati Jalan dari Kota Bengkulu Menuju Bengkulu Selatan

Secara rute dan tekturs jalan, jalur selatan Bengkulu ini lebih landai dan lurus ketimbang jalur perjalanan menuju kearah Kepahiang atau terus ke curup. Duh, naik turun gunung dan berbelok-belok. Saya biasanya langsung mual dan sering juga muntah. Norak banget pokoknya.

Kalo ke Selatan ini,kebetulan kami lewat pesisir pantai, jadi jalannya lurus.Namun jika terjadi sesuatu, seperti badai atau tsunami.Tentu saja kami akan mudah sekali terkena. Sebab, jarak jalan ke bibir pantai sangatlah dekat.

Di sepanjang jalan juga hamper tidak ditemui hutan atau sawangan. Hampir semuanya sudah ada rumah penduduk. Perkampungan warga terletak di sepanjang jalan. Jenis rumahnya juga beragam, ada yang seadanya, semi permanen bahkan yang sudah permanen dan dengan penampilan bagus.


Tiba di Kota Manna

Dalam perjalanan ini, kami memang santai. Anak-anak juga seperti bermain-main saja. Makanan dan minuman juga sedia. Hanya saja Athifah sering bertanya, kapan sampainya.
Akhirnya, sekitar lima belas menit lagi akan memasuki kota Manna, kami mampir di sebuah masjid untuk berganti pakaian. Maklum mau ke acara kondangan kan.Jadi wajib ganti baju sebab baju kondangan ini ngak nyaman juga kalo dipakai di dalam perjalanan. Bikin gerah, hihihi.

Alhamdulillah saat memasuki kota Manna, hanya dua kali kami bertanya, bertanya yang kedua kali.Ternyata lokasi hajatan sudah sangat dekat, jadi wajah sudah bisa tersenyum. Waktu menunjukkan pukul sebelas siang. 


Sampai di Lokasi Nikahan Ponakan 

Sampai di lokasi, tenda memang suah terlihat sepi, yang ramai masih tamu khusus dan pihak keluarga. Kami menyapa tuan rumah yang merupakan keluarga dari suami saya.

Dulu sewaktu di Jakarta sebelum menikah dengan saya. Suami pernah tinggal dengan mereka di daerah Tebet. Setelah kejadian penipuan itu dan usaha saudara suami mulai terlihat bangkrut. Akhirnya mereka memutuskan untuk balik ke daerah Manna, yang merupakan daerah asal istri saudara suami saya tersebut.

Kami segera bertemu dengan anak-anak yang jatuhnya keponakan suami saya.maklum sudah banyak perubahan dan tentu saja banyak memori yang tertinggal. Maklum suami juga lumayan lama ngak bertemu dan berinteraksi dengan mereka.

Ustad Lega yang berbaju hitam sebeah jilbab hitam

Bertemu Dengan Keluarga Dari Palembang

Keluarga suami saya dari Palembang, memiliki saudara atau keluarga yang besar. Saudara suami saya yang menikahkan anaknya inis aja, mempunyai 10 saudara. 

Pada kesempatan ini, delapan dari sepuluh saudara itu berkumpul semua. Maklum ini nikahan anak pertama, jadi wajib datangkah. Selain ada yang dating dari Palembang. Ada juga yang datang dari Lampung.

Jadi acara ini pun menjadi ajang silaturahim antar keluarga. Menjalin komunikasi kembali dan silaturahim. Ada yang juga membawa pasangan suami istri, ada yang membawa anak. Jadi ramai sekali.

Acara ini juga dimanfaatkan oleh saudara kami yang juga merupakan seorang dosen, ustad di UIN Palembang untuk memberikan tausyiah. Kak Lega ini ternyata juga aktif di youtube. Ceramah-ceramah beliau bisa juga kita lihat dan nikmatin kembali di youtube.

Kalo sudah ngumpul begini, otomatis sudah lupa waktu.Ada saja yang ingin disampaikan , ingin diceritakan, ingin ditanyakan dan juga ingin didengarkan. Jadi yah, lupa waktu jadinya. Padahal tadi awalnya pengen setelah shalat Ashar kami langsung pulang, supaya tidak kemalaman sampai di rumah.


Balik Kembali ke Kota Bengkulu

Setelah acara foto keluarga bersama-sama.akhirnya tepat jam lima sore, kami pun pamit untuk pulang ke Bengkulu. Yah, meskipakai kendaraan pribadi. Tetap aja harus wspada di jalan, dan kalo bisa tidak kemalaman sampai di rumah.

Inis aja akhirnya, kami sampai di rumah sudah hamper jam sebelas malam. Memang di jalan kami ada berhenti dulu untuk shalat, MCK, dan membeli makanan. 

Soalnya, sudah terasa lapar kembali. Padahal sebelum berangkat pulang, kami makan lagi, hahaha.Dasar pengen makan malam-malam, ga mikir soal bobot badan lagi yaaak.


Alahamdulillah, hari ini kami bisa silaturahim ke Manna, semoga lain waktu bisa datang lagi dan tentunya bisa juga membawa kakak Nawra dan menginap di sana.Perjalanan kali ini, kami tidak sempat untuk mengunjungi destinasi wisata di kota Manna. Mungkin di lain waktu perjalanan lagi. 

Semoga ini menajdi awal terjalinnya kembali interaksi dan komunikasi keluarga yang sempat terputus. Jadi bisa terambung kembali dengan baik. Aamiin.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mendadak Plesiran ke Kota Manna, Bengkulu Selatan"

Posting Komentar